PRESS RELEASE PEMERINTAH PROVINSI BALI DALAM UPAYA MENGEMBALIKAN CITRA PARIWISATA BALI

Selasa, 02 Nopember 2010

Penyakit Rabies di Bali telah mengundang perhatian serius media asing, khususnya media pada Negara yang menjadi pasar potensial pariwisata Bali selama ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan Pemda Bali bersama dengan Kabupaten/Kota se-Bali dalam menghadapi penyakit Rabies di Bali adalah sebagai berikut :

1. Mengeluarkan Peraturan Gubernur No. 88 Tahun 2008 tentang Penutupan Sementara Keluar Masuknya Anjing, Kucing dan Kera dari dan ke Provinsi Bali
2. Membentuk Tim Koordinasi dan Tim Teknis Penanganan Rabies
3. Membangun Konter-konter Informasi Rabies pada :

a. Kantor Dinas Peternakan Proovinsi Bali
Alamat : Jalan Angsoka 14 Denpasar
Telpon : (0361)  225368, 229733
Fax : (0361)  224184

b. Puspem Mangupraja Mandala, Unit 11, Lantai 2 - 3
Alamat : Jalan Sempidi
Telpon : (0361)  8840448
Fax : (0361)  9009409
Pada konter informasi rabies tersebut diatas , dibentuk beberapa tim sbb :
- Tim Supervisi
- Tim Sosialisasi
- Tim Vaksinasi
- Tim Eliminasi

4. Tugas Konter-konter Informasi Rabies adalah sbb :

a. Penelusuran dan Investagasi untuk kasus gigitan baru
b. Antisipasi penyebaran rabies melalui kegiatan eliminasi 102.200 anjing liar dengan suntikan mematikan. Data rinci anjing yang dieliminasi di Kabupaten / kota adalah sbb :
- Kota Denpasar : 5.438
- Kabupaten Badung :11.504
- Kabupaten Karangasem :23.996
- Kabupaten Bangli :10.366
- Kabupaten Gianyar : 6.263
- Kabupaten Buleleng : 6.718
- Kabupaten Tabanan :29.669
- Kabupaten Jembrana : 3.990
- Kabupaten Klungkung : 4.258

c. Memberikan vaksinasi kepada 359.961 anjing peliharaan
dengan rincian data di Kabupaten/Kota sebagai berikut :
- Kota Denpasar : 57.781
- Kabupaten Badung : 66.267
- Kabupaten Karangasem : 33.285
- Kabupaten Bangli : 28.664
- Kabupaten Gianyar : 73.392
- Kabupaten Buleleng : 31.412
- Kabupaten Tabanan : 49.598
- Kabupaten Jembrana : 14.496
- Kabupaten Klungkung : 5.066

d. Vaksinasi kepada 31.208 orang yang memiliki riwayat digigit anjing pada periode Januari  9 Agustus 2010 dengan data rinci di Kabupaten/Kota dan Rumah Sakit Sanglah sebagai berikut :
- Kota Denpasar : 2.515
- Kabupaten Badung : 1.325
- Kabupaten Karangasem : 5.069
- Kabupaten Bangli : 1.872
- Kabupaten Gianyar : 2.943
- Kabupaten Buleleng : 3.393
- Kabupaten Tabanan : 2.781
- Kabupaten Jembarana : 155
- Kabupaten Klungkung : 461

e. Memberikan Pelatihan Gratis kepada petugas-petugas vaksinasi anjing, petugas laboratorium dan Unit Polisi Anjing
f. Mensosialisasikan & meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat Bali terhadap gigitan hewan
g. Membangun Pusat-pusat Rabies pada :
- Puskesmas di Kuta Selatan
- Puskesmas Desa Ungasan dan Jimbaran
- Puskesmas Denpasar Selatan
- Rumah Sakit Wongaya
- Rumah Sakit Sanglah

h. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan sebuah pelatihan tentang Bagaimana cara menangani dugaan rabies pada manusia kepada semua dokter Puskesmas, para Perawat dan semua pegawai pada kantor-kantor kesehatan.

Selain upaya tersebut, dalam rangka meningkatkan kualitas tujuan wisata, Pemerintah Provinsi Bali telah membangun pusat krisis untuk mengendalikan dan beroperasinya setiap penyakit, criminalities atau bencana alam di pulau ini. Pemerintah Kabupaten juga mendukung 1 ambulans, 1 pemadam kebakaran dan satu polisi. Tujuan dari pembangunan pusat krisis ini adalah untuk menciptakan sebuah negara maksimum sedang dipersiapkan untuk berbagai jenis ancaman, pencegahan dini, respon yang cepat dan tepat dalam mengantisipasi bencana alam di Bali.

 

Informasi